Jumat, 24 Mei 2013

Teks Pidato (KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU)


KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحَِيْمِ

ا لـسَّـلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَا تُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ عَلَّمَ الإِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ وَالَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلٰى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ



Sebagai pembuka marilah kita memanjatkan rasa puji syukur kepada Allah SWT. Yang tidak pernah berhenti sedikitpun memberikan rahmat dan nikmat kepada kita sehingga kita dapat hadir di majelis ini benar-benar memenuhi kewajiban kita menuntut ilmu, yang mana ilmu tersebut sebagai bekal kita menghadap Allah Yang Maha Kuasa.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai uswatun khasanah bagi kita umat manusia.

Hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan yang berbahagia ini merilah kita niati untuk menambah ilmu, niat beribadah kepada Allah.

Disini saya akan menyampaikan tentang : ” KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU “

Rasulullah SAW bersabda :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِ يْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُـسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ ( رواه الترمذى، ابن ماجه و النسائ )

Artinya : “ Menuntut ilmu ( itu ) wajib bagi setiap muslim laki – laki dan perempuan “

( H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasai ).



Ilmu sangatlah penting bagi seseorang dalam segala hal. Ilmu laksana pelita, ilmu adalah cahaya dalamkegelapan.

Dalam melakukan segala sesuatu supaya mendapatka hasil yang baik, diperlukan ilmu, yakni ilmu pengetahuan yang menjadikan seseorang mengetahui dan paham akan kualitas hasil yang diusahakan, sebagai contoh seseorang akan tahu kualitas ibadah kepada Allah apabila ia mengetahui ilmu pengetahuan syarat – syarat suatu ibadah, nilai dan makna yang penting.

Seorang petani tidak akan menjadi petani yang sukses tanpa mengetahui ilmu dan cara bercocok tanam. Begitu pula seorang pedagang tidak akan menjadi pedagang yang sukses tanpa tahu ilmu dan cara berdagang.

Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk mencari ilmu sejak ayunan bunda hingga liang lahad. Sebagaimana sabda beliau :

اُ طْلُبُوْا العِلْمِ مِنَ المَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ

Artinya : “ Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat” .

Untuk itu, maka kewajiban kita adalah mencetak pola pikir kita agar menjadi orang yang berpengetahuan luas. Yang siap menghadapi tantangan zaman, arus globalisasi, serta perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sebagai penerus bangsa, kita harus menjadi anak bangsa yang berkualitas dalam segala hal dan harus memiliki cita – cita yang tinggi demi masa depan kita yang cerah nanti. Oleh karena itu, kita tidak boleh bermalas – malasan dalam belajar agar menjadi orang yang berguna kelak. Sebagai penerus bangsa pula, sudah sewajarnya bagi kita untuk mempunyai semangat juang yang tinggi demi kemajuan bangsa, karena masa depan bangsa ada di tangan kita.

اِنَّ فِيْ يَدِ الشُّبَّا نِ أَ مْرُ الاُ مَِّةِ وَ فِي أَ قْدَا مِهَا حَيَا تَهَا

Artinya : “ Sesungguhnya di tangan pemuda terletak urusan ummat dan pada keberaniannya terletak kehidupan ummat ” .

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, segala kebenaran berasal dari Allah, dan mohon maaf apabila ada ucapan atau perbuatan yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.

Pak Dadang makan ketan, dimakannya setelah mandi.

Kalau masih ada kesempatan, kita akan berjumpa lagi.

Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

وَ بِا للهِ التَّوْ فِيْقِ وَ الْهِدَ ا يَةِ وَ الرِّضَى وَ العِنَا يَةِ

وَ ا لسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَا تُهُ

1 komentar: